Kota Banjar Berikan Himbauan untuk Waspadai DBD

3m Plus

Siapa yang tidak mengenal DBD, penyakit yang pernah dengan ganasnya menyerang Indonesia ini merupakan penyakit yang cukup ditakuti. Apalagi dengan memasuki musim penghujan saat ini, warga Tanah air pun hendaknya melakukan pencegahan berkembangnya nyamuk Aedes Aegepty. Dinas Kesehatan Kota Banjar pun, ikut memberikan himbauan kepada warganya untuk waspadai DBD atau penyakit Demam Berdarah. 

Dinjes Banjar Himbau Warga Waspadai Berbagai Penyakit
Menjelang musim hujan, tentu merupakan musim dimana penyakit dapat berkembang biak dengan cukup cepat. Untuk melindungi warganya, maka Dinas Kesehatan atau Dinkes kota Banjar pun memberikan himbauan untuk mencegah dan mewaspadai berbagai penyakit. Penyakit yang rawan muncul dalam musim hujan seperti DBD atau Demam Berdarah Dengue, hingga penyakit Hepatitis A. 

Himbauan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Banjar pun, didasari oleh instruksi Walikota Banjar No.800/16/XI/Dinkes/2019. Dimana pada instruksi tersebut membahas tentang pencegahan, dan penanggulangan penyakit DBD di Banjar. Dalam rangka mengantisipasi penyebaran penyakit DBD, maka seluruh kawasan perkantoran pemerintah dan swasta, maupun lingkungan tempat tinggal warga. 

Pada seluruh tempat di sekitar Bajar, perlu mengintensifkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk atau PSN massal. Gerakan tersebut hendaknya dilakukan secara serentak, setiap satu minggu sekali pada lingkungan masing-masing. Pemberantasan sarang nyamuk ini, tentu menjadi sebuah solusi untuk mewaspadai DBD serta mencegah penyebaran berkembangnya nyamuk dan penyakit lainnya. 

Meningkatkan Pemberantasan Penyakit Dengan PSN 3M Plus
Dilansir dari media Harapan Rakyat gerakan pemberantasan sarang nyamuk, tidak hanya dilakukan pada lingkungan sekitar saja. Oleh karena itu perlu dilaksanakan PSN 3 M Plus, yaitu kegiatan yang harus dilakukan setiap individu. Kegiatan tersebut berupa menguras bak mandi, penampungan air serta membersihkan genangan air. 

Tidak hanya itu, hendaknya setiap warga Kota Banjar menutup tempat penampungan air, dan mengelola sampah dengan 3R. Dengan seluruh kegiatan penanganan tersebut, maka bisa mengurangi berkembang biakan nyamuk. Perlu diketahui, bahwa nyamuk sangat suka dengan genangan air. Hal ini karena genangan air akan digunakan untuk bertelur dan berkembang biak, oleh karena itu pastikan untuk menutup penampungan air dan membersihkan genangan air. 

Masyarakat kota Banjar pun bisa menambahkan pencegahan tambahan, seperti memelihara ikan atau menabur bubuk abate. Agar nyamuk tidak masuk kedalam rumah, maka gunakan kelambu, kawat kasa, dan berbagai penjagaan lainnya. Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan, sehingga tidak menyediakan tempat bersarang untuk nyamuk Demam Berdarah. 

Walikota Instruksikan 1 Rumah 1 Jumantik
Walikota Banjar pun menghimbau warganya, untuk memasyarakatkan gerakan 1 rumah 1 jumantik di hampir seluruh fasilitas umum. Fasilitas umum tersebut seperti rumah, kantor, hingga sekolah. Kegiatan ini merupakan sebuah gerakan, dimana melakukan pencatatan dan pelaporan hasil pemantauan jentik setiap 1 minggu sekali. 

Himbauan untuk mengwaspadai DBD ini, diinstruksikan pula untuk memberdayakan seluruh siswa dari kelas 5 SD hingga siswa SMA. Para siswa ini perlu berperan aktif sebagai juru pemantau jentik, di lingkungan rumahnya masing-masing. Para siswa lalu akan melaporkannya secara berkala, dan berlanjut ke Puskesmas setempat. 

Untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan penyakit, maka masyarakat dihimbau untuk mengingkatkan kebersihan perorangannya. Kebersihan perorang tersebut seperti mencuci tangan dengan sabun, tidak berbagi barang pribadi, hingga selalu memasak makanan dan minuman dengan matang. 

Usahakan untuk selalu menggunakan air mengalir, sehingga bisa meminimalisir kemungkinan air yang ada pada bak mandi telah terdapat telur nyamuk. Jika dirasa kamar mandi memiliki banyak nyamuk, lakukan pengurasan secara berkala. Hal ini tentu bertujuan untuk menghilangkan jentik – jentik telur di bak mandi. 

Selanjutnya dalam himbauan untuk mewaspadai DBD, perlu lakukan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat atau biasa disebut dengan PHBS pada semua tatanan. Perilaku ini perlu diterapkan baik pada rumah tangga, sekolah, maupun dalam bekerja di perkantoran. Jika ditemukan kasus penyakit demam berdarah atau hepatitis, maka segera melakukan upaya pencarian pengobatan dan melaporkan  ke fasilitas kesehatan. 

Memasuki musim hujan, bisa dibilang kita memasuki musim penyakit. Hal ini karena melalui air hujan cuaca yang dingin, bisa menyebarkan bakteri dan kuman dengan lebih cepat. Genangan air pun mengandung begitu banyak bakteri penyakit yang begitu banyak, oleh karena itu lakukan upaya pemberantasan PSN. Tidak hanya itu, berlakukan hidup bersih dan sehat, agar tidak mudah terkena penyakit.  

Posting Komentar

0 Komentar