Segera Kunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Geriatri di Bekasi Apabila Mengalami Sindrom Ini!

Dokter Penyakit Dalam

Dokter spesialis penyakit dalam adalah dokter yang menangani segala keluhan dan masalah kesehatan pada orang dewasa atau lansia. Penanganan yang dimaksud yaitu mencakup seluruh penanganan medis mengenai gangguan pada berbagai organ dan sistem organ bagian dalam. Diantara organ tersebut ialah ginjal, diabetes, gagal jantung, gangguan tiroid, kanker dan penyakit dalam lainnya mulai dari akut hingga kronis. Penyakit dalam itu sendiri memiliki berbagai subspesialis, salah satunya penyakit dalam geriatri. Sudah banyak dokter yang mengambil subspesialis ini, dokter spesialis penyakit dalam geriatri di Bekasi salah satunya.

Penyakit geriatri menyerang orang lanjut usia. Seperti asal kata yang diketahui, geriatri berasal dari bahasa Yunani yaitu geron yang berarti orang tua dan iatrei, penanganan terhadap penyakit. Bertambahnya usia diiringi ikut menuanya sel di dalam tubuh yang berakibat pada kesehatan. Penurunan itu terjadi pada fungsi kognitif serta kemampuan melihat dan mendengar. Hal ini disebabkan karena kekebalan tubuh semakin melemah. Oleh karena itu lansia lebih mudah terserang penyakit.

Kesehatan lansia penting untuk diperhatikan. Mengingat penyakit yang menyerang di usia 60-an tidaklah satu atau dua, melainkan kompleks. Dampaknya ginjal terkena imbas karena banyaknya penyakit dan jumlah obat yang dikonsumsi. Berbagai masalah kesehatan di usia senja dinamakan sindrom geriatri. Ditandai gangguan fungsi kognitif hingga mobilitas. Berikut yang termasuk sindrom geriatric:

1. Berkurangnya kemampuan gerak, karena semakin berumur fisik tidak sekuat dulu. Sudah terjadi penurunan fungsi fisik yang signifikan. Sehingga aktivitas fisik yang dilakukan ikut menurun. Apa yang bisa dilakukan sewaktu muda tidak lagi mudah ketika sudah tua. Jadi tidak heran ketika Anda sering melihat lansia mudah terjatuh.

2. Jatuh dan patah tulang. Adanya gangguan penglihatan serta organ keseimbangan atau sensor motorik menyebabkan lansia sering jatuh hingga patah tulang. Kejadian ini menyebabkan trauma fisik ataupun psikologis bagi lansia. Dampaknya yaitu ada rasa takut jatuh, cemas, depresi hingga hilangnya kepercayaan diri.

3. Mengompol. Lansia yang mengompol, disebabkan oleh tidak mempunyai menahan urin ketika hendak keluar. Anda pasti sering mendengar bahwa semakin bertambah usia apalagi sudah lanjut usia maka sifatnya akan kembali pada anak-anak. Adanya rasa malu karena mengompol membuat lansia malas minum yang justru menyebabkan timbulnya masalah kesehatan lain seperti dehidrasi. Ketakutan yang ditimbulkan yaitu mengompol lalu terjatuh karena terpeleset oleh urin.

4. Demensia. Penurunan daya ingat, fungsi kognitif, perubahan perilaku hingga fungsi otak yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Pada lansia demensia dapat terjadi karena penuaan alami seperti stroke berulang, gangguan hormon, alzheimer, masalah nutrisi dan lain-lain. Beberapa kasus seseorang yang sering membaca pada masa muda dapat terhindar dari penyakit alzheimer.

5. Delirium, merupakan kebingungan akut yang ditandai dengan bicara ngelantur, ketakutan, gelisah, susah mengalihkan perhatian dan lain sebagainya. Penyebabnya beragam, dimulai dari gangguan metabolisme, infeksi hingga pengaruh dari obat yang dikonsumsi.

6. Menarik diri atau isolasi, banyak faktor yang menyebabkan lansia menarik diri dari lingkungan sekitar. Umumnya dikarenakan oleh depresi, kesepian atau kesendirian hingga berkurangnya kemampuan fisik. Oleh karena itu para lansia harus dijaga, ditemani dan diawasi.

Berbagai sindrom tersebut tidak bisa dianggap remeh, karena banyak dampak kesehatan yang ditimbulkan dan lebih serius. Gangguan fungsi organ bisa terganggu dan meningkatnya resiko kematian. Apabila ada teman, keluarga atau Anda sendiri yang mengalami sindrom di atas segera periksa ke dokter. Dokter spesialis ini sudah tersebar, salah satunya dokter spesialis penyakit dalam geriatri di Bekasi.

Posting Komentar

0 Komentar